TEORI INTERAKSI SIMBOLIK

Kamis, 07 Oktober 2010

Teori interaksionisme adalah pendekatan dari interaksionisme simbolik ini mengikuti pendekatan weber dalam teori aksi sumbangan persons bagi pengikut utama weber terhadap pengembangan teori baru ini juga sangat besar,walaupun tanpa pengakuan dari penganut teori ini.
Teori interaksionisme simbolik ini berkembang pertama kali di universitas Chicago dan dikenal pula sebagai aliran Chicago.tokoh utamanya barasal dari berbagai universitas diluar universitas Chicago sendiri. Dua orang tokoh besarnya john dewey dan Charles Horton cole adalah filosof yang semula mengembangkan teori interaksioniosme simbolik di universitas Michigan.dewey yang kemudian pindah ke universitas Chicago mempengaruhi beberapa orang tokoh disana seperti W.I.Thomas dan G.H Mead.Robert park yang sedang studi di harvard di bawah dua orang tokoh teori intraksinisme simbolik lainnya yaitu wiliam jeams dan josiah Royce kemudian juga pindah ke universitas Chicago.R.Park yang dating dengan membawa pengaruh dari George Simmel yang berpengalaman di dunia pendidikan dan kesurat kabaran,mendorong pemikiran intraksinisme simbolik bergeser kearah empirisme. Karna itu tidak mengherankan bila pemikiran aliran Chicago lebih filosofis dan empiris dari pada pemikiran pengikut parsons di Harvard,yang lebih terangsang untuk mengembangkan teori abstrak .teori-teori abstrak yang di kembangkan di Harvard ini merupakan antitesa dalam berbagai tingkat dalam kepentingan aliran Chicago. Oleh kana itu teori abstrak yang dihasilkan oleh Harvard di ujikan kebenarannya melalui penelitian empiris oleh pengikut interaksionisme simbolik.
Inteaksionisme simbolik yang paling sukar di simpulkan.teori ini berasal dari berbagai sumber tetapi tidak ada satu sumber yang dapat memberikan pernyataan tunggal tentang apa yang menjadi isi dari teori, kecuali satu hal,yakni bahwa ide dasar behaviorisme radikal yang di pelopori J.B Watson
Herbert bluemer (1962)seorang tokoh modern dari teori interaksionisme simbolik ini menjelaskan antara teori ini dengan behaviorisme sebagai berikut.menurut bluemer istilah interaksionisme simbolik menunjuk kepasa sifat khas dari interaksi antar manusia.kekhasannya adalah bahwa manusia saling menerjemahkan dan saling mendefinisikan tindakannya.
SEBAGAI CONTOH :
“SBY bersama Boediono (SBY Berbudi)”, dimana dua tokoh ini akan menjadi satu dari tiga kandidat calon presiden dan wakil presiden RI periode 2009-2014. Namun sejak pemilihan Boediono oleh SBY sebagai calon pendampingnya menjelang pemilihan presiden RI mendatang, terlihat banyak kontroversi di tengah komunikasi politik yang berkembang, antara lain: penolakan partai-partai islam dan 23 partai yang menjadi koalisi partai demokrat, anggapan Boediono sebagai antek kapitalis yang pro barat, anggapan SBY yang tidak mencerminkan nusantara, karena memilih wakil presidennya dari satu provinsi yang sama, seolah-olah tidak mampu mencerminkan kebhineka-an, dan banyak lagi kontroversi lainnya. Contoh ini menunjukkan bahwa dalam proses komunikasi individu di tengah interaksi masyarakat, untuk membentuk suatu makna berdasarkan kesepakatan bersama, tidak lagi mengganggap bahwa makna yang selama ini telah terbentuk itu bersifat sakral

0 komentar: