Teori ini di bangun dalam rangka untuk menentang secara langsung terhadap teori fungsionalisme structural.karena itu tidak menngherankan apabila proposisi yang dikemukakan oleh penganutnya bertentangan dengan proposisi yang terdapat dalam teori fungsionalisme stuktural. Tokoh utama teori konflik adalah ralp dahrendorf.
Kalau menurut teori fungsionalisme struktural masyarakat berada dalam kondisi statis atau tepatnya bergerak dalam kondisi keseimbangan maka menurut teori konflik malah sebaliknya. Masyarakat senantiasa berada dalam proses perubahan yang ditandai oleh pertentangan yang terus menerus di antara unsure-unsurnya. Kalau menurut teori fungsionalisme struktural setiap elemen atau setiap institusi memberikan dukungan terhadap stabilitas maka teori konflik melihat bahwa setiap elemen memberikan sumbangan terhadap disintergrasi sosial. Kontras lainnya adalah bahwa kalau penganut teori fungsionalisme struktural melihat anggota masyarakat terikat secara informal oleh norma-norma, nilai-nilai dan moralitas umum, maka teori konflik menilai keteraturanyang terdapat dalam masyarakat itu hanyalah disebabkan karena adanya tekanan atau pemaksaan kekuasaan dari atas oleh golongan ngan kelompok yang berkuasa.
Aspek terakhir teori konflik Dahrendorf adalah mata rantai antara konflik dan perubahan sosial. Konflik menurutnya memimpin ke arah perubahan dan pembangunan. Dalam situasi konflik golongan yang terlibat melakukan tindakan-tindakan untuk mengadakan perubahan dalam struktur sosial. Kalau konflik itu terjadi secara hebat maka perubahan yang timbul akan bersifat radikal. Begitu pula kalau konflik itu disertai oleh penggunaan kekerasan maka perubahan struktural akan efektif.
Berghe mengemukakan empat funngsi dari konflik:
1) Sebagai alat untuk memelihara solidaritas
2) Membantu menciptakan ikatan aliansi dengan kelompok lain
3) Mengaktifkan peranan individu yang semula terisolasi. (protes terhadap perang Vietnam mendorong pemuda di AS untuk aktif berkampanye untuk Mc. Carthy dan Mc. Govern yang anti perangtersebut).
4) Fungsi komunikasi. Sebelum konflik kelompok tertentu mungkin tidak mengetahui posisi lawan. Tapi dengan adanya konflik, posisi dan batas antara kelompok menjadi lebih jelas. Individu dan kelompok tahu secara pasti di mana mereka berdiri dan karena itu dapat mengambil keputusan lebih baik untuk bertindak dengan lebih tepat.
Menurut mark dalam champabell,1994:134
Menyatakan bahwa kedamaian dan harmoni akan menjadi hasil akhir sejarah perang revolusi kekerasandengan kekecualian masa-masa yang paling awal dari masyarakat sebelumnya munculnya hak milik pribadi,ciri utama hubungan-hubungan sosial adalah perjuangan kelas. Namun bentrokan kepentingan-kepentingan ekonomis ini akanakan berakhir dalam sebuah bentuk masyarakat yang tanpa kelas, bebas konflik yang di sebut komunisme.
SEBAGAI CONTOH :
Kasus kelompok minoritas yang pada tahun 1960-an kesadarannya telah memuncak, antara lain termasuk kelompok- kelompok kulit hitam, wanita, suku Indian dan Chicanos. Kelompok wanita sebelum tahun 1960-an merupakan kelompok semu yang ditolak oleh kekuasan di sebagian besar struktur sosial di mana mereka berpartisipasi. Pada pertengahan tahun 1960-an muncul kesadaran kaum wanita untuk menyamakan derajatnya dengan kaum laki- laki.
TEORI STRUKTURAL FUNGSIONAL
Teori ini menekankan kepada keteraturan (order) dan mengabaikan konflik dan perubahan-perubahan dalam masyarakat. Konsep-konsep utamanya adalah: fungsi, disfungsi, fungsi laten fungsi manifest dan keseimbangan (equilibrium).
Menurut teori ini masyarakat merupakan suatu system sosialyang terdiri atas bagian-bagian atau elemen yang saling berkaitan dan saling menyatu dalam keseimbangan. Perubahan yang terjadi pada satu bagian akan membawa perubahan pula terhadap bagian yang lain. Asumsi dasarnya adalah bahwa setiap strutur dalam sistem sosial, funsional terhadap yang lain.Sebaliknya kalau tidak fungsional maka struktur itu tidak aka nada atau akan hilang dengan sendirinya.Penganut teori ini cendrung untuk melihat hanya kepada sumbangan satu sistem atau peristiwa terhadap sisitem Yang lain dan karna itu mengabaikan kemungkinan bahwa suatu peristiwa atau suatu sistem dapat beroprasi menentang fungsi-fungsi lainnya dalam suatu sistem sosial.secara ekstream penganut teori ini bahwa semua peristiwa dan semua struktur adalah fungsional bagi masyarakat.
Pendekatan fungsional struktural di temukan parsons dan para pengikutnya dengan melihat berbagai kelemahan ajaran mark,parsons dan Edward (dalam suparlan 1997:1) menyatakan bahwa proses-proses sosial yang terwujud sebagai tindakan-tindakan sosial pada dasarnya adalah untuk dapat Saling bekerjasama karna itu memiliki fungsi-fungsi yang menekankan tujuan untuk terwujudnya kehidupan sosial dan kemasyarakatan yang bercorak keseimbangan atau equilibrium di antara unsure-unsurnya,sehingga menghasilkan adanya interaksi sosial dan kemasyarakatan.
SEBAGAI CONTOH :
Penggusuran merupakan masalah yang paling sering terjadi dan terdengar hampir di setiap sudut kota - kota besar di Indonesia. Hanya dengan alasan penataan kota, agar lebih rapi dan sedikit bersih rela mengorbankan ratusan bahkan ribuan keluarga, yang barang tentu siap mendaftar dan menambah gelandangan baru bersama anak – anak mereka. Akibat dari penggusuran ini masalah lainpun timbul. Seperti kehilangan tempat tinggal atau mata pencaharian yang dapat menimbulkan daftar pengagguran baru di negeri ini. Jumlah angka kriminal akan bertambah seiring bertambahnya jumlah angka pengangguran
TEORI KONFLIK
Kamis, 07 Oktober 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar